PRINSIP KOMUNIKASI LISTRIK
7.1. Pendahuluan
Dalam
setiap komunikasi salah satunya selalu diperlukan sumber informasi yang
penting. Ada dua macam sumber informasi, yaitu ide-ide yang bersumber
dari otak manusia dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan
fisik sekitar kita. Informasi mengalir hanya mungkin bila sumbernya
menghasilkan keadaan perubahan kontinyu atau terus menerus. Informasi
harus dikodekan atau diproses sebelum ditransmisikan dan juga diperlukan
piranti pengubah (transducer) yang sesuai dengan sistemnya. Secara umum
setiap sistem komunikasi akan membutuhkan peralatan-peralatan yang
berkaitan dengan pengolahan informasi.
Komponen
komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa
berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi
adalah:
1) Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2) Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3) Saluran (channel)
adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam
komunikasi antarpribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang
mengalirkan getaran nada/suara.
4) Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5) Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
Komunikasi
terjadi bilamana informasi ditransmisikan atau dikirimkan antara sumber
informasi dan pengguna informasi. Tiga komponen pokok sistem informasi
yaitu sumber (source), kanal (channel) sebagai media komunikasi dan
penerima (sink, receiver, user, distination) menunjukkan satu
keseluruhan sistem informasi. Bila informasi diubah menjadi ”bahasa”
yang dapat dipahami oleh ”mesin”, maka ia akan menjadi data. Transmisi
data terjadi bila data dipindahkan secara elektronika antara dua titik.
Hasil dari sistem informasi elektronika dapat berupa system telemetri,
sistem digital/computer atau sistem telekomunikasi.
Secara
listrik komunikasi itu dapat berlangsung dengan baik apabila ada
piranti yang dapat mengubah informasi dalam bentuk listrik, menyalurkan,
dan mengubah kembali dalam bentuk sinyal semula. Setidaknya system
komunikasi secara listrik meliputi komponen seperti:
Gambar 7.1. Pengiriman pesan dari sumber ke penerima
Dalam
sistem radio, pengkode dipengaruhi oleh modulasi pada bagian pemancar,
sementara dekoding akan mengubah kembali sinyal pada bagian demodulator
sistem penerima. Baik koding maupun dekoding harus dibedakan untuk
sumber-sumber sinyal yang berbeda. Proses komunikasi semacam ini tentu
dengan anggapan bahwa sinyal tidak terjadi kecacatan (distorsi) pada
kanal. Di samping itu juga tidak muncul gangguan yang berasal dari luar
sistem seperti derau (noise) statik, interferensi dari sistem kabel daya
listrik, gerakan acak elektron pada resistor, tabung hampa, transistor
dan sebagainya.
Untuk
memahami masalah ini, maka pengetahuan tentang sinyal sangat
diperlukan. Sebagai contoh untuk komunikasi telepon tentu yang menjadi
sumber informasi adalah suara, untuk system televisi harus memahami
bagaimana suara dan gambar sebagai informasi itu diolah, dalam system
radar diperlukan pemahaman tentang pulsa, dan sebagainya.
7.2. Proses komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bias dijabarkan dalam komponen- komponen yang terpisah seperti berikut :
1) Komunikator (sender)
yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu
pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa
berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang
bisa dimengerti kedua pihak.
2) Pesan (message)
itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik
secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung
melalui telepon, surat, email, atau media lainnya.
3) Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.
4) Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
7.3. Sinyal bicara dan musik
Sinyal bicara dan music bunyi atau suara adalah kompresi me-kanikal atau gelombang ongitudinal yang
merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat
cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di
dalam air, batu bara, atau udara.
Kebanyakan
suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni
secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi
yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi
dengan pengukuran dalam desibel.
Manusia
mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau
medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi
yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20
kHz pada amplitude umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.
Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut
infrasonik.
7.4. Respon telinga manusia
Suatu
percobaan yang dilakukan oleh Fletcher dan Munson, menetapkan bahwa
telinga manusia tidak responsive secara sama pada semua frekuensi.
Disebutkan pula bahwa dalam pengamatannya telinga manusia tidak ada
sensasi untuk amplitudo rendah yang disebut sebagai ambang pendengaran (threshold audibility). Mengingat hal tersebut, para perancang memerlukan pengetahuan yang berkaitan tidak hanya level tetapi juga tentang frekuensi.
Gambar 7.5. Kondisi telinga manusia menangkap suara
Suatu metoda yang digunakan dalam memahami respon telinga manusia digunakanAweihted. Cara
ini diketahui bahwa telinga manusia sensitif terhadap frekuensi 20
Hz-20 KHz. Sementara itu dengan noise-noise yang terjadi telinga manusia
dapat merespon bergantung kepada frekuensi di mana telinga masih dapat
menangkapnya. Gambar 7.5 di atas menunjukkan ukuran kuat sinyal yang
dapat maempengaruhi respon telinga manusia. Sebagai contoh pesawat
terbang jet yang terbang di atas ketinggian 300 meter mempunyai kuat
sinyal 90 dB.
7.5. Distorsi
Dengan
mempertimbangkan kelayakan secara teknis dan ekonomis, dalam sistem
komunikasi harus dijaga bentuk-bentuk sinyal dan menghindari adanya
distorsi. Distorsi dapat dibedakan menjadi :
1) Distorsi frekuensi, ini merupakan timbulnya perubahan amplitude relatif dari komponenkomponen frekuensi yang berbeda.
2) Distorsi tunda, ini berkaitan dengan perubahan waku transmisi dari komponen-komponen frekuensi yang berbeda.
3) Distorsi non-linear, merupakan
4) distorsi pada piranti yang tidak linear. Besar sinyal pada output tidak berbanding secara langsung tehadap inputnya.
Frekuensi-frekuensi
yang tidak dikehendaki seperti adanya distorsi di atas dapat dibetulkan
dengan menggunakan rangkaian ekualisaasi. Sementara itu bila distorsi
terjadi pada karena piranti non linear, maka koreksinya menggunan tapis
(filter).
7.6. Sistem multipleks
Ada dua jenis cara kerja multi kanal, yaitu sebagai berikut :
1) Sistem pembagian frekuensi (Frequency devision system), sistem
ini menggunakan banyak kelompok sub-pembawa. Masing-masing pembawa
dipisahkan dengan cara pemodulasian. Pengelompokan ini berjenjang,
semakin banyak kelompok semakin tinggi frekeunsi pembawa yang digunakan.
2) Sistem pembagian waktu atau time devision system,
masingmasing kanal menerapkan bandwidth yang tersedia tetapi untuk
waktu sempit. Pada akhirnya keseluruhan spectrum dialokasikan untuk
masing- masing kanal.
7.7. Persyaratan lebar bidang
Persyaratan
lebar bidang dimak-sudkan untuk memberikan alokasi bidang frekuensi
bagi suatu sistem dalam komunikasi. Lebar bidang yang dipersyaratkan itu
di antaranya adalah :
1) Sinyal telegraf.
Kecepatan
telegraf sering dinyatakan dalam istilah dalam waktu bolak-balik dalam
satuan detik. Dalam kaitan signaling kecepatan ini dinyatakan dengan
istilah Baud. Elemen paling pendek adalah 20 milidetik, di mana pada
jarak itu ada dua pulsa positif dan negatif. Untuk itu besar frekuensi
dapat dinyatakan dengan:
Dengan demikian lebar bidangnya menjadi 50 Hz, ini sesuai dengan kecepatan ransmisi 50 baud.
2) Sinyal telegraf gambar
Sinyal
telegraf gambar mempunyai prinsip bahwa gambar di-scan secara seri
mengikuti garis-garis. Karena itu diperlukan adanya sinkron-isasi dari
titik lampu scan pada penerima. Resolusi sepanjang garis sering
dipersyaratkan sama untuk garis demi garis.
3) Sinyal televisi
Pada
sinyal televisi prinsipnya adalah sistem scaning juga. Untuk
menghasilkan gambar yang baik, maka antara garisgaris yang menyusun
gambar harus di scan secara berurutan. Ada dua jenis televisi yaitu
televisi analog dan televisi digital. Pada prinsipnya lebar bidang untuk
televisi dialokasikan sbesar 6,5 Mhz, bergantung kepada sistem scanning
mana yang digunakan. Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television,
DTV) adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem
kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat
televisi.
Latar belakang pengembangan televisi digital :
- Perubahan lingkungan eksternal pasar TV analog yang sudah jenuh, komplain adanya noise,ghost dan lain-lain.
- Kompetisi dengan system penyiaran satelit dan kabel.
- Perkembangan teknologi pemrosesan sinyal digital (digital signal processor),teknologi Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 156 transmisi digital, Teknologi semikonduktor, Teknologi peralatan display yang beresolusi tinggi.
Keunggulan televisi digital :
1) Gambar halus (High Definition). 5~6 kali lebih halus disbanding televisi analog
2) Suara jernih. Kemampuan mereproduksi suara seperti sumber aslinya
3) Banyak fungsi. Memberi kemampuan untuk merekam dan mengedit siaran
4) Banyak kanal.
7.8. Kecepatan sinyal
Meskipun
lebar bidang disediakan kira-kira 10 Khz sebagai persyaratan untuk
kualitas suara yang tinggi, biasanya suara yang dapat dikenali hanya
membutuhkan rentang antara 300 Hz sampai dengan 3400 Hz. Rentang ini
setara dengan konversi kecepatan 100 kata/menit. Kecepatan pesan akan
menjadi (1/40) kata/menit/siklus pada system lebar bidang 4 Khz.
7.9. Sinyal musik
Instrumen
musik menghasilkan hormonisa. Jumlah dan amplitudo menentukan kulaitas
sinyal out musik. Untuk memenuhi tingkat kualitas yang baik, lebar
frekuensi disediakan antara 30 Hz hingga 15 KHz. Dengan lebar bidang ini
telinga manusia sudah merespon sebagai sinyal dengan kualitas yang
baik.
7.10. Kapasitas kanal
Dengan mempertimbangkan semua kemungkinan multi level dan teknik encoding multiphase, Shanon-Hartly menyatakan teorema yang dikenal dengan kapasitas kanal C.
Ini
berarti bahwa secara teori sinyal bersih dengan kecepatan untuk sinyal
itu data dapat dikirimkan dengan daya rata-rata sinyal S pada kanal
komunikasi analog yang dikaitkan dengandaya N additive white Gaussian
noise, maka :
Di mana:
C adalah channel capacity dalam bits per second;
B adalah bandwidth kanal dalam hertz;
S adalah daya sinyal total pada lebar bidang, diukur dalam watt atau volt2;
N adalah daya derau total pada lebar bidang, diukur dalam watt atau volt2; dan
S/N adalah signal-to-noise ratio (SNR) atau carrier-to-noise ratio (CNR) dari sinyal komunikasi terhadap interferensi Gaussian noise dinyatakan sebagai straight power ratio(tidak decibels).
7.11. Konsep komunikasi elektronika
Hampir
semua system komuniksi elektronika menggunakan gelombang elektromagnet.
Gelombang elektromagnet adalah suatu perubahan yang terdiri dari dua
komponen gelombang atau osilasi listrik dan magnet yang dapat menjalar
melaui ruang hampa, udara atau bahan tak menghantar lainnya. Spektrum
elektromagnet adalah suatu rentang gelombang yang mempunyai rentang
lebar panjang gelombang dan frekuensi.
Bagian dari spektrum electromagnet yang digunakan untuk komunikasi elektronika adalah :
1. Infra merah
spektrum ini digunakan untuk serat optik dan remote control yang dipakai pada umumnya.
2. Gelombang mikro Spektrum ini digunakan untuk komunikasi satelit, dan beberapa saluran telepon serta untuk sambungan internet.

Gambar 7.8. Parabola untuk menerima gelombang mikro
3.
Gelombang radio Spektrum ini digunakan untuk sistem radio, televisi,
telepon bergerak, jaringan komputer nirkabel (tanpa kabel)
Gambar 7.9 Bebera jenis mobile phone
Gambar 7.10. Piranti telekomunikasi dan spektrum gelombang electromagnet
Kunci konsep komunikasi elektronika adalah pada modulasi.
Modulasi dapat digambarkan sebagai cara-cara bagaimana informasi
dipindahkan dari bentuk sinyal informasi yang frekuensinya relatif
rendah menjadi gelombang elektromagnetik dengan frekuensi yang lebih
tinggi. Gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ini berperan sebagai
”pembawa” atau carrier.
Ada
beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memodulasi sinyal pembawa oleh
sinyal informasi. Pada prinsipnya sinyal pembawa dimodifikasi atau
diubah oleh sinyal informasi pada bagian ”sender” dan pembawa yang termodifikasi itu tadi dideteksi kembali pada ”receiver/ listener” untuk menemukan sinyal informasi kembali.
Sinyal informasi yang digunakan untuk memodulasi pembawa dapat bebrntuk digital atau analog.
· Sinyal informasi digital menghasilkan pembawa dengan salah satu dari dua kemungkinan, yaitu :
1. Pulsa atau cahaya inframerah pada kondisi “on” untuk digital “1” dan kondisi “off” untuk “0”.
2. Gelombang radio untuk suatu frekuensi mewakili digital “1” dan frekuensi yang lain untuk digit “0”
· Sinyal informasi analog menghasilkan pembawa yang berubah-ubah naik turun mengikuti perubahan sinyal analog, yaitu :
1. Gelombang
radio dengan amplitudo berubah mengikuti perubahan sinyal informasi
analog. Ini disebut system mo-dulasi amplitudo (AM).
2. Gelombang
radio dengan frekuensi berubah mengikuti perubahan sinyal informasi
analog. Ini disebut system modulasi frekuensi (FM).
7.12. Penerapan komunikasi elektronika
7.12.1. Telepon
Sistem
komunikasi elektronika ini yang telah lama digunakan dan mempunyai
pengaruh yang luas sebagai alat komunikasi antar manusia. Awalnya adalah
telepon yang dipakai di rumahrumah, dalam perkembangannya telepon
tersebut sudah dapat dibawa ke mana-mana. Dasar kerja telepon adalah
sangat sederhana. Blok diagramnya ditunjukkan seperti di bawah.
Gambar 7.14. Blok diagram sistem komunikasi telepon
- Gelombang suara digetarkan dan menjalar melalui udara
- Gelombang suara ditangkap oleh mikropon. Mikropon kemudian mengubah getaran itu menjadi sinyal elektronik analog dengan frekuensi yang sama seperti getaran suara tadi, dan amplitudonya sebanding dengan amplitudo gelombang suara.
Gambar 7.15. Mikropon mengubah gelombang suara
- Sinyal listrik kemudian ditransmisikan sepanjang kawat penghantar (bila jarak tidak terlampau jauh)
- Pada bagian yang lain, sinyal listrik dikuatkan
- Hasil penguatan diumpankan ke loudspeaker (pengeras). Bagian ini adalah kebalikan dari kerja mikropon, mengubah sinyal listrik kembali menjadi suara.
- Sistem telepon yang utuh selalu mempunyai bagian pengirim dan bagian penerima.
Dalam
sistem telepon yang sesungguhnya, suara yang dihasilkan pada bagian
penerima akan sama dengan suara saat dikirimkan melalui mikropon. Ada
dua alasan sehingga penggunaan system tersebut tidak menjadi kendala:
1. Derau (noise) listrik tidak begitu mengganggu
2. Telinga
manusia dapat mendeteksi gelombang suara dengan frekuensi berkisar 20
Hz – 20.000 Hz. Untuk menyederhanakan sistem, telepon hanya
men-transmisikan signal listrik 400 Hz - 4000 Hz. Dengan rentang ini
suara seseorang sudah dapat dikenali karena nampak berbeda.
7.12.2. Radio
Radio
adalah system komunikasi elektronika pertama kali yang memanfaatkan
jalur komunikasi dengan pendengar lebih banyak. Perhatikan kembali
gambar 7.10. pada pemanfaatan spektrum frekuensi untuk radio broadcast.
Istilah
‘radio’ dulunya adalah merujuk pada ‘gelombang radio’, karena sistem
ini menggunakan spektrum gelombang radio. Sekarang ini istilah radio
dapat diartikan sebagai gelombang dan sebagai piranti atau pesawat yang
dapat menangkap sinyal sauara atau musik.
Sistem radio dirancang pertama kali menggunakan suatu prinsip :
· Mengubah snyal suara menjadi sinyal listrik
· Menguatkan sinyal suara listrik itu dan memancarkannya melaui antena
· Mendeteksi gelombang pancaran radio dan mengubahnya kembali menjadi suara
Dengan
prinsip yang dirancang itu sayangnya tidak dapat dipraktek-kan.
Alasannya adalah sinyal suara itu mempunyai rentang 20 Hz sampai 20.000
Hz. Bila semua stasion pemancar radio menggunakan rentang frekuensi
tersebut, maka satu stasion akan mengganggu stasion yang lainnya.
Penyelesaiannya
yaitu dengan cara menempatkan suatu stasion radio pada frekuensi
tertentu yang tidak sama dengan stasion yang lain. Frekuensi ini adalah
frekuensi pembawa sinyal yang besarnya lebih tinggi dari frekuensi yang
dapat ditangkap oleh telinga manusia. Frekuensi pembawa akan membawa
sinyal suara untuk dipancarkan. Proses penumpangan sinyal suara ini
dikatakan sebagai proses modulasi. Dengan cara ini maka apabila ada
penalaan radio (tuning), pada dasarnya adalah mengubah frekuensi pembawa.
Gambar 7.19. Sistem blok sistem pemodulasian sinyal suara
Proses
modulasi ada dua jenis, yaitu modulasi amplitudo dan modulasi
frekuensi. Perhatikan perbedaan dari gambar sinyal yang termodulasi
berikut ini.
Gambar 7.20. Sinyal termodulasi amplitudo dan termodulasi frekuensi
7.12.3. Television
Televisi
merupakan suatu piranti elektronika yang secara luas digunakan sebagai
alat untuk komunikasi. Sistem televisi ada pemancaran sinyal gambar dan
suara secara bersamaan pada lebar bidang yang sama, tetapi berbeda
frekuensi pembawanya. Pemancaran sinyal pada system televisi hampir
mirip dengan pemancaran sinyal radio. Pemancaran sinyal televisi
membutuhkan kamera untuk mengubah gambar atau obyek menjadi sinyal
listrik dan mikropon untuk mengubah suara menjadi sinyal listrik. Kedua
sinyal secara bersama-sama dimodulasikan secara amplitude (AM) yang
selanjutnya dikuatkan dan baru kemudian dipancarkan.
Pada
bagian penerima terjadi proses yang berlawanan dengan pemancar. Bagian
ini membutuhkan layar (tabung gambar) untuk menerima sinyal gambar yang
kemudian diubah menjadi gambar atau obyek sebagaimana yang telah
ditangkap oleh kamera. Untuk mendengarkan suara dibutuhkan speaker seperti pada radio.
Gambar 7.21. Pesawat televise tahun 1950-an
Gambar 7.22. Pesawat televisi lebih maju
Gambar 7.23. Proses pengubahan sinyal gambar
Gambar 7.24. Contoh sinyal modulasi pada sistem televise
7.12.4. Telepon Bergerak
Piranti
telepon bergerak adalah suatu jenis alat komunikasi yang kecil dan
mudah digunakan. Sekalipun demikian teknologi yang dipakai sudah
menunjukkan teknologi yang maju.
Gambar 7.25. Telepon bergerak
Telepon bergerak menggunakan frekuensi radio untuk memindahkan informasi dari telepon itu menuju ke base station. Ini menunjukkan bahwa komunikasi antara base station dengan
telepon bergerak diorganisakan begitu juga mengkode sinyal menjadi data
pada gelombang radio. Setiap sistem telepon bergerak yang dipakai oleh
negaranegara yang berbeda mempunyai sistem yang ber-beda. Kebanyakan
sistem yang dipakai di banyak negara adalah Global System for Mobile communication (GSM).
Banyak
pengguna memanfaatkan telepon bergerak sebagai alat komunikasi.
Sekalipun demikian, tidak akan pernah terjadi benturan frekuensi ketika
telepon itu digunakan secara bersamaan. Pertanyaannya mengapa sinyal
radio dari telepon-telepon itu tidak saling interferesi atau mengganggu
satu sama lain?
Salah satu aspek kunci dalam telepon bergerak adalah peng-gunaan frekuensi yang berulang (frequency reuse). Setiap
daerah dibagi-bagi dalam luasan berben-tuk heksagonal dan jarak antar
daerah ini dapat beberapa kilo-meter. Pada titik tengah heksa-gonal itu
ditempatkan base station. Setiap base station di-alokasikan suatu rentang freku-ensi radio yang dapat digunakan. Antar base station yang ber-dekatan, tidak mungkin saling terganggu (interferensi) karena digunakan rentang frekuensi yang berbeda.
Pada
jarak tertentu dalam beberapa kilometer sinyal yang dipancarkan sudah
barang tentu dayanya akan menjadi lemah dan akhirnya hilang. Oleh karena
itu perlu adabase stasion lagi. Untuk itu dapat digunakan
frekuensi yang sama milik base station yang pernah digunakan. alam
gambar ditandai dengan warna-warna yang sama.
7.13. Rangkuman
Dalam
setiap komunikasi salah satunya selalu diperlukan sumber informasi yang
penting. Ada dua macam sumber informasi, yaitu ide-ide yang bersumber
dari otak manusia dan perubahan- perubahan yang terjadi dalam lingkungan
fisik sekitar kita. Informasi mengalir hanya mungkin bila sumbernya
menghasilkan keadaan perubahan kontinyu. Informasi harus dikodekan atau
diproses sebelum ditransmisikan dan juga diperlukan piranti pengubah (transducer)
yang sesuai dengan sistemnya. Secara umum setiap system komunikasi akan
membutuhkan peralatan-peralatan yang berkaitan dengan pengolahan
informasi.
Komponen
komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa
berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi
adalah :
1. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
3. Saluran (channel)
adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam
komunikasi antarpribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang
mengalirkan getaran nada/ suara.
4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.